Seperti Warung Makan Prasmanan

Warung Makan

Pagi yang cukup cerah, seorang kakek dan nenek hendak berkunjung ke rumah cucunya. Sementara menunggu bus yang belum datang, mereka sepakat untuk sarapan terlebih dahulu. Tak jauh dari tempat mereka menunggu bus, ada sebuah warung makan. Tanpa berlama-lama akhirnya mereka pergi ke warung makan tersebut.

“Mbak, saya mau pesen nasi rames ya!” tiba-tiba kakek itu berkata pada salah seorang pelayan sambil melambaikan tangannya.

Pelayan itu lantas datang ke arah meja kakek itu dan berkata “Maaf kek, di sini warung prasmanan jadi  kakek bisa menuju meja yang di sudut ruangan dekat kasir itu untuk mengambil makanan yang kakek inginkan.”

“Oooo begitu ya..” kata sang kakek. Tak berapa lama kakek itu beranjak dari kursinya, diikuti isterinya yang berjalan dibelakangnya.

Selesai memilih dan mengambil makanan yang mereka kehendaki, lantas mereka langsung menuju meja kasir yang tak jauh dari meja saji tersebut. Setelah membayar, mereka kembali ke tempat duduk mereka semula untuk menikmati hidangan yang mereka masing-masing.

Sambil mengunyah makanannya, kakek itu berkata kepada isterinya.

“Aku merasa warung makan ini mengingatkan kita akan hidup. Kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan asalkan mampu membayarnya. Kita bisa jadi apa saja selama kita mau membelinya dengan harga yang sebanding.”

Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa sukses. Tapi kesuksesan tidak akan datang sendiri selama kita hanya duduk menunggu sambil berpangku tangan. Kita harus berdiri, berjalan dan mengambil sendiri kesuksesan itu. Membayarnya dengan kerja keras, pantang menyerah dan setiap doa yang keluar dari mulut kita.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan