Sepotong Cinta

Sepotong Cinta

Sepotong Cinta

Hari ini kujumpai pagi lagi. Masih sama seperti kemarin, di mana aku berlama-lama menunggu ibu di sini. Ibu selalu mengenakan baju bermotif bunga-bunga dan melingkarkan syal ungu pada lehernya. Ibuku cantik sekali.

Kali ini aku juga menunggu dan berharap ibu membawakan sepotong kue cokelat untukku. Ibu bilang, aku hitam manis seperti kue cokelat yang kami makan bersama. Ibu pintar sekali membuatku tertawa.

Aku melihat ibu berjalan, masih dengan baju bermotif bunga-bunga dengan syal ungu melingkar pada lehernya. Hanya, hari ini ibu tak menyapaku. Tak ada kue cokelat dan guratan senyum  yang kuterima. Ibuku menjadi pribadi yang berbeda.

“Lina…”

Seseorang memanggilku. Kali ini dia berbaju putih.

“Mari masuk.”

Kau tahu? Pria itu mengajakku masuk. Seharusnya dia tahu bahwa aku sedang menunggu ibu.

“Kenapa susah sekali mengajakmu masuk?”

Jika dia sudah mulai bertanya, tak lama kemudian pasti akan menarik tanganku. Lebih tepatnya, dia terlalu agresif dan aku tak suka.

“Temuilah kembali ibumu besok.”

Ah, mengapa dia tak pernah bisa mengerti tentang sebuah kerinduan? Apakah dia tak memiliki ibu? Mungkin dia tak pernah menerima kue cokelat dari ibunya. Lebih baik aku mengikutinya untuk masuk.

Pria itu meletakkan semangkuk bubur di depanku. Sejujurnya aku mulai bosan dengan caranya memperlakukanku. Aku bukan bayi. Aku bisa melakukan semuanya sendiri. Aku hanya ingin bebas. Bebas menemui ibuku.

“Lina…”

Dia memanggilku. Itu tandanya bahwa aku harus segera menghabiskan buburku atau dia akan menyakitiku. Kau harus tahu bahwa lima belas menit lagi pria itu akan memasukkan cairan dalam tubuhku. Aku berontak namun tetap terkalahkan oleh kawan-kawannya.

“Tenanglah. Lupakan ibumu. Biarkan beliau tenang di surga sana.”

Pria itu selalu berbohong tentang ibukku. Dan aku membencinya!

“Sejak ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan sebulan lalu, Lina menjadi terguncang. Bantu saya untuk menjaganya, Suster.”

Dasar dokter gila! Ibuku belum meninggal. Ibu ada di sini dan membawakan sepotong cinta untukku.

-oOo-

Comments

comments

Tinggalkan Balasan