SHATTERED DREAMS

Peri Cantik

Ketika mimpi-mimpi besar kita dihancurkan oleh TUHAN.
Ketika semua yang kita mau tidak berjalan sesuai dengan kemauan kita.
Ketika tidak semua keinginan kita dapat dipenuhi.
Ketika kehidupan ini tidak berkata YA.
Ketika seakan akan dunia ini hanya berkata TIDAK.

Apa yang akan kita lakukan?
Apa yang akan kita buat?
Menyalahkan diri sendiri?
Menyalahkan keadaan?
Meratapi nasib?
Mengasihani diri sendiri?
Atau bahkan menyalahkan Tuhan akan semua yang terjadi dalam kehidupan kita?

YA, aku pernah berada pada titik dimana semua itu aku rasakan. Semua pernah aku alami. Dalam benak aku, begitu banyak pertanyaan “KENAPA? MENGAPA? KENAPA HARUS SAYA?” Semakin banyak aku bertanya, semakin aku ingin mengetahui semua tentang jawabannya, semakin aku merasakan kekosongan yang begitu dalam, semakin aku merasakan bahwa ada kekurangan yang tidak pernah aku akan dapatkan dari diri seseorang kecuali daripada NYA Sang Pencipta.

Didalam kegelapan yang pekat, aku tidak bisa melihat. Tetapi aku bisa mendengar untuk kali pertama apa yang dikatakan oleh hati aku. Dan sekarang aku melepas setiap mimpi-mimpi yang aku mimpikan. Mimpi-mimpi yang aku rancangkan sekarang sudah aku lupakan, karena semakin aku memiliki dan membangun mimpi-mimpi aku sendiri yang aku dapat hanyalah kekecewaan.

So… saat ini bukan aku yang membangun mimpi ku tapi biarlah TUHAN Sang Pencipta yang memiliki hidupku dan yang menaruh mimpi-mimpi besar tersebut dalam hidupku. Biarlah kabut pekat dalam hidup ini, KAU sinari dengan cahaya kasih-MU ya TUHAN. Tulislah kisah hidupku menurut karya-MU.

(Yohana)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan