Tak Harus Mengubah Dunia

mengubah-dunia

Adalah seorang raja yang selalu tinggal di dalam istana. Setiap harinya selalu ia lalui di dalam gemerlapnya suasana kerajaan. Hingga suatu hari sang raja untuk pertama kalinya ingin melihat keadaan di luar istana. Ia merasa penasaran dengan semuanya itu.

Keesokan paginya sang raja pun bergegas untuk berjalan-jalan ke luar istana. Dengan di temani perdana menteri sang raja akhirnya melewati pintu gerbang istana. Sesampainya di luar, sang raja sangatlah terkejut sekaligus merasa kesakitan. Dilihatnya jalanan di luar penuh dengan kerikil, tanah dan batu. Kakinya terasa sakit menginjak jalanan yang penuh dengan kerikil.

“Tidak kusangka jalan ini sangatlah jelek dan membuat kakiku sakit” gumam sang raja dalam hati. Sejenak sang raja terdiam seolah-olah memikirkan sesuatu. Dan tak berapa lama kemudian dipanggilnya perdana menteri kepercayaannya.

“Perdana menteri, aku mau seluruh jalanan ini dilapisi dengan karpet. Tidakkah kamu lihat kakiku terasa sakit melewati jalanan ini?” kata sang raja dengan tegasnya.

Perdana menteri pun tersenyum kepada sang raja sambil berkata “Tuanku paduka, sebenarnya tuanku tidak perlu repot-repot melapisi jalanan ini dengan karpet. Tuanku paduka hanya membutuhkan sepasang kulit sapi untuk melapisi telapak kaki paduka.

Jalan kehidupan ini memang masih terjal bahkan tak jarang menyakitkan. Yang kita butuhkan bukanlah melapisi jalanan ini dengan kain beludru atau kain sutra, tapi melapisi hati kita agar dapat bertahan melewatinya.

Tak perlu kita mengubah dunia ini. Yang perlu kita ubah adalah apa yang ada dalam pribadi kita. Mengubah cara pandang kita, hati kita dan diri kita sendiri.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan