Tak Perlu Iri

Kisah-Siput-dan-Katak

Setiap kehidupan mempunyai penderitaannya sendiri-sendiri. Tak perlu kita memandang kehidupan orang lain hanya dari sudut kebahagiaan atau kemewahannya saja. Karena bisa saja kita tak kan mengetahui penderitaan di balik semuanya itu.

Adalah seekor siput yang selalu hidup dalam kemurungan. Hari-harinya ia lalui dengan perasaan iri melihat kawanan katak yang hidup di sekitar wilayahnya. Setiap kali bertemu dengan katak, siput ini selalu membuang muka menandakan ia tak suka. Kawanan katak pun merasa heran akan apa kesalahannya sehingga siput tersebut selalu membenci dirinya.

“Kalian kaum katak enak, mempunyai kaki yang panjang sehingga bisa melompat ke sana ke mari dengan cepat. Bisa pergi ke mana kalian suka tanpa kesusahan. Sedangkan aku harus selalu membawa rumah ini. Merangkak ke tanah dan membutuhkan waktu yang lama untuk berpindah tempat,” ujar seekor siput pada kawanan katak.

“Hai siput temanku, mengapakah kamu iri akan kehidupan kami. Kamu hanya melihat kami memilik kaki yang bisa melompat ke mana kami suka. Tapi tahukah kamu kekuatiran kami selama ini?” balas seekor katak sambil melihat ke atas.

Belum sempat menjawab maksud si katak, tiba-tiba seekor elang datang dan menyambar kawanaan katak itu. Dilihatnya seekor katak telah berada dalam cengkeraman burung elang tersebut. Sedangkan siput itu berhasil sembunyi masuk ke dalam rumahnya.

Melihat itu, sadarlah ia akan kesalahannya selama ini. Ia hanya melihat kebahagiaan kaum katak tanpa melihat kekuatiran dan penderitaan mereka selama ini.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan