Takdir

Kapal-Titanic

Adalah takdir yang membuat Jack menang dalam taruhan sehingga ia mendapatkan kehormatan untuk naik kapal Titanic. Takdir juga yang mempertemukan dengan seorang wanita cantik yang bernama Rose. Dan akhirnya takdir jugalah yang membuat Jack harus meninggal dengan cara yang mengenaskan, mati beku demi menyelamatkan Rose yang sangat di cintainya.

Apakah itu sangat berarti bagi Jack? Apakah pertemuannya dengan Rose yang hanya beberapa hari atau mungkin tepatnya hanya dua hari sangat bermakna bagi dirinya? Tapi jika itu sudah melibatkan perasaan dan hati dari dua insan yang berbeda, maka ceritanya akan lain. Kesediaannya untuk berbagi dan mengorbankan diri. Sungguh kisah yang melankolis.

Jack tak menunjukkan perasaan menyesal menjadi penumpang Titanic yang tenggelam. Menjadi salah satu korban dari sifat kesombongan manusia saat itu (karena telah berhasil membuat kapal yang termegah dan tak mungkin tenggelam). Takdir berbicara lain dan ia harus menerima akibatnya. Namun mungkin Jack justru bersyukur karena kematiannya bagai terlalu tak berarti jika dibandingkan dengan kebahagiaan (bertemu dengan Rose) yang telah di dapatkannya.

Manusia itu rapuh, itulah salah satu ungkapan yang ditinggalkan dari peristiwa tragedi Titanic. Lantas adakah yang perlu kita sombongkan saat takdir sudah berbelok dengan caranya sendiri.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan