Teguran Seorang Pemulung

pmulung

Pernah suatu kali dalam hidup, saya merasa sangat bosan dengan rutinitas yang saya jalani. Sekitar tahun 2006 an, itulah masa-masa saya merasa jenuh sejenuh-jenuhnya. Bagaimana tidak, kerja kantoran tapi saat itu suasana kantor sangat panas (bukan karena gak ada AC lho), dan lagi jam kerja yang sangat-sangat padat. Hari-hari aku lalui dengan begitu saja, tanpa target dan tanpa perencanaan yang matang.

Hingga pernah aku putuskan untuk keluar dari pekerjaan itu. Aku pikir masak-masak dengan segala resiko dan konsekuensi yang ada. Hilang pekerjaan maka secara otomatis akan hilang juga pendapatan. Tapi saat itu aku sudah merasa yakin 100 persen dengan keputusan yang akan aku ambil. Dan hanya menunggu sisa hari di bulan itu untuk mewujudkannya.

Dan tibalah hari itu …

Seperti hari-hari sebelumnya rutinitas aku jalani seperti biasa. Saat tiba di kost an aku segera merebahkan diri untuk istirahat. Tidur dengan segala macam pikiran yang masih semrawut. Entah mengapa, sekitar pukul 2 pagi aku terbangun (padahal selama ini jarang terbangun pukul segitu). Seperti ada yang berbisik dalam hatiku, aku keluar dari kamar melihat ke langit, menatap indahnya bintang-bintang yang bertebaran.

Tiba-tiba mataku menatap sosok yang bergerak di ujung jalan. Saat itu jalanan masih sepi dan tak ada seorangpun yang lewat. Pelan tapi pasti sosok itu kian mendekat. Sesekali ia berhenti melihat di kanan dan kiri jalan, lalu melanjutkan langkahnya. Seorang pemulung telah lewat dari hadapanku dan terus pergi menjauh. Dan tetap saya ia pastikan tak ada botol bekas minuman yang ada di bak sampah terlewat. Hingga akhirnya ia menghilang di tikungan jalan.

Dan saat itu seperti ada tamparan yang sangat keras di hatiku. Tidak seharusnya aku bosan dan mengeluh dengan hidup yang aku jalani. Tuhan masih sayang dengan umatnya hingga dikirimkan seorang pemulung untuk menegurku. Seharusnya bukan keluhan yang keluar dari bibir, melainkan ucapan syukur atas segala nikmat dan anugerhaNya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan