Teh Panas Hangat

Teh Panas

Teh Panas

Seperti biasa sore itu aku bergegas menuju sebuah warung tenda yang tidak jauh dari tempat kost. Hanya sekedar untuk membuat rasa hangat di badan, aku putuskan untuk memesan sebuah minuman.

“Mas, pesan teh manis yang panas ya,” pintaku sambil mengambil pisang goreng.

“Siap boz,” celetuk si penjual warung tenda.

Wah beli teh manis dapat panggilan boz, gumamku dalam hati. Tak lama berselang datanglah segelas teh yang aku pesan. Tanpa menunggu lama, aku langsung menikmati teh itu. Tiba-tiba aku tertegun mengapa kok tehnya hangat, padahal tadi pesan teh yang panas. Akhirnya dengan sedikit rasa kecewa teh itu tetap aku minum walaupun tidak sesuai dengan keinginanku.

Keesokan harinya, kejadian tersebut terulang kembali. Dan untuk hari-hari berikutnya. Tidak pernah aku dapatkan segelas teh panas yang sesuai keinginanku. Terus aku berpikir mencari jawaban atas semuanya itu.

“Apakah aku tidak layak mendapatkan teh panas yang sesuai keinginanku?” gumamku dalam hati sambil berlalu pergi.

Hingga tiba saatnya jawaban itu datang. Tatkala seperti biasa datanglah teh yang aku pesan, tanpa sengaja tanganku menyenggol gelas teh tadi. Tanpa dikomando gelas itupun jatuh mengenai paha kakiku dimana saat itu aku mengenakan celana pendek. Paha kakiku terasa hangat terkenan tumpahan air teh tadi. Seperti orang yang tersadar dari mimpi, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika itu tadi teh yang panas. Hehe . . .

Jangan pernah mengeluh atas apa yang kita alami saat ini. Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita saat ini. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mengucap syukur.

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan