Terima Kasih, CINTA

terima kasih cinta

Berpisah denganmu. Ya, itulah yang kita alami sekarang, setelah sekian waktu kita jalani bersama. Menghabiskan waktu dan bercanda tawa saat kita bersua. Hingga akhirnya waktu jugalah yang memisahkan aku dan kamu. Terbentang jarak yang semula tak pernah kita rindukan.

Dulu aku pernah merasa bahagia karena kehadiranmu, dan aku yakin kamu juga merasakannya. Namun sekarang … Ya sudahlah, semua itu hanya memori dalam lembaran hidup yang aku miliki. Tawamu, candamu akan selalu terlukis indah dalam setiap kepingan yang telah tersimpan rapi di sudut hati.

Jika aku boleh memilih, tentu saja aku tak ingin jauh darimu. Tak ingin kau pergi dari hidupku. Tapi seiring waktu dan sembuhnya luka ini, aku berterima kasih karena kita telah berpisah. Bukan berarti aku tak nyaman ada di sisimu, namun jika semua itu di lanjutkan bukankah akan ada yang terus tersakiti dan tersiksa. Terima kasih telah melepaskan aku.

Aku bukanlah manusia yang sempurna. Sering membuatmu terluka dan tersakiti. Tapi aku tak ingin semuanya itu terjadi dengan menciptakan perih di hatimu, mungkin saja caraku yang salah untuk selalu diperhatikan olehmu. Maafkan aku yang pernah meninggalkan goresan luka agar hidup kita selalu bahagia tanpa ada dendam cinta.

Dan meskipun dirimu bukanlah tempat sandaran terakhirku, namun aku berterima kasih untuk semua yang telah kau ciptakan untukku. Merubah sifat kanak-kanakku menjadi lebih dewasa dan kuat. Kau sadari atau tidak, itulah kenyataan dalam hidupku. Dan semoga akan selalu ada kebaikan-kebaikan yang dating menghampiri hidupku dan hidupmu.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan