Tetaplah Bersinar

Matahari

Kadangkala hidup mengharuskan kita menangis tanpa sebab. Tiba-tiba datang dan membuat tetesan air mata.

Kita sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih saja banyak kritikan yang dialamatkan pada kita. Mengapa seolah selalu salah? Apakah kita tak layak mendapatkan pujian.

Kita mengira keputusan yang kita ambil sudah tepat, ternyata perkiraan kita keliru. Mereka mencemooh dan mencibir, apakah harus selalu demikian?

Orang menilainya selalu salah. Tak sekalipun mereka mau mengerti keadaan kita.

Jangan putus asa! Bangkitlah!

Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. Sekalipun ia sudah tenggelam di sebelah barat, pasti ia akan terbit dari ufuk timur.

Demikian juga diri kita. Manusia berharga ciptaan Ilahi.

Kita adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutup pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

Tetaplah bersinar, selamanya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan