Ups, Ada Semut

Semut Lagi Main

Berjalan beriringan dengan teratur. Saling bergotong royong mengumpulkan makanan di musim panas. Tak dihiraukannya medan tempuh yang mereka lalui. Karena bagi mereka yang penting bisa mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya buat persediaan di musim dingin. Itulah sepenggal kehidupan semut yang sering kita jumpai.

Tanpa kita sadari seringkali kita mengabaikan semut yang lalu lalang di hadapan kita. Malah kadang kita mengusirnya karena bisa menggangu keberadaan kita. Jika kita cermati dengan teliti, semut pasti akan berhenti sejenak tatkala bertemu dengan temannya. Dia seolah mengucapkan salam dan memberi rasa hormat (karena saya tak begitu mengerti bahasa mereka). “Apa kabarmu kawan?” atau mungkin “Di sana tadi kamu bertemu siapa saja?” atau bisa jadi mereka memberitahukan kalau ada makanan di suatu tempat yang lain. Salah bentuk tindakan yang tidak egois.

Bahu membahu mengumpulkan makanan. Belum pernah saya jumpai seekor semut yang sedang berdiam diri atau sedang melamun karena galau tatkala teman-temannya sibuk mengumpulkan makanan. Dia pasti aka turut serta mengambil bagian pekerjaan itu untuk kelangsungan hidup mereka. Bahkan jika dirasa ada temannya yang kewalahan mengangkut makanan, secara otomatis dia akan membantu temannya tersebut dan bukan mengambil makanan tersebut untuk dirinya sendiri. Sungguh sikap yang terpuji.

Jika dalam perjalanannya, semut mengalami hambatan di depannya, mereka pasti akan berusaha mencari jalan yang lain. Berusaha keras bagaimanapun juga untuk bisa sampai ke tujuan. Meskipun medan yang di laluinya lebih terjal, mereka tak akan peduli. Apalagi untuk mundur berbalik arah ke tempat semula. Tidak ada dalam kamus mereka.

Bagaimana dengan kehidupan kita? Adakah selalu berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Hanya menyesali kehidupan ini. Atau kah kita terlalu tidak pantas untuk menghormati sesame kita. Atau mungkin kita terlalu cepat menyerah, tatkala rintangan dan hambatan ada di depan kita. Bangkitlah dan percaya bahwasanya Allah tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatNya.

***

Comments

comments

Tinggalkan Balasan